Terbuka di Hadapan
Tuhan
Oleh: Derek Prince
Oleh: Derek Prince
Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci [tulus] Engkau berlaku suci [tulus] tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. Mazmur 18:26-27
Di sini Daud mengungkapkan suatu
prinsip penting yang selamanya berlaku dalam hubungan Tuhan dengan manusia.
Sikap kita terhadap Tuhan menentukan sikap Tuhan terhadap kita. Daud
menyebutkan empat ciri kepribadian: setia, tidak bercela, suci [tulus]
dan bengkok. Dari keempat ciri tadi, ciri apapun yang kita perlihatkan
dalam hubungan kita dengan Tuhan, akan diimbangi oleh Tuhan dengan ciri yang
sama dalam berhubungan dengan kita.
Inginkah kita membuktikan kesetiaan Tuhan? Jika demikian, kita sendiri
harus belajar berlaku setia kepada-Nya. Apabila kita setia terhadap-Nya, Ia
akan berbuat lebih daripada sekedar setia kepada kita. Baik Alkitab maupun
pengalaman saya sendiri mengatakan: Tuhan itu setia. Ia memberi pahala atas
setiap tindakan yang didorong oleh iman (kesetiaan) yang tulus, meskipun
tindakan itu tampak kecil atau tidak berarti.
Selain memiliki iman atau kesetiaan kita juga perlu memiliki dua sifat lain
yang disebut oleh Daud: tidak bercela dan suci [tulus]. Kata-kata lain yang
sering dipakai untuk menerjemahkan “tidak bercela” itu adalah “sempurna”
atau “sepenuh hati”. Menjadi sepenuh hati dan suci [tulus] dalam berhubungan
dengan Tuhan berarti bahwa tidak ada apa pun juga yang kita sembunyikan
dari-Nya, tidak ada apa pun juga yang kita tahan dari-Nya dan dengan tegas kita
menolak segala sesuatu yang tidak berkenan kepada-Nya atau tidak menyinggung
perasaan-Nya. Ukuran kita dalam membuka diri terhadap Tuhan, akan menentukan
ukuran yang dipakai Tuhan dalam memberikan kepenuhan-Nya kepada kita. Jika kita
sendiri tidak menahan apa pun terhadap Tuhan, maka Tuhan juga tidak akan
menahan apa pun dari pihak-Nya.
Selanjutnya kita juga membaca kata peringatan ini: “Terhadap orang yang
bengkok Engkau berlaku belat-belit.” Saya pernah bertemu dengan orang-orang
yang menipu diri sendiri dengan bersikap seakan-akan mereka dapat menyuruh
Tuhan melakukan campur tangan dalam rencana-rencana mereka yang bengkok dan
berbelat-belit. Mana mungkin hal itu terjadi! Hikmat Tuhan telah terbukti jauh
melebihi kelicikan mereka.
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena
apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” ( Galatia
6:7)
Tanggapan Iman:
Aku akan membuka hati maupun kehidupanku kepada Tuhan setakar dengan apa yang ingin kudapatkan
Tanggapan Iman:
Aku akan membuka hati maupun kehidupanku kepada Tuhan setakar dengan apa yang ingin kudapatkan
0 komentar:
Posting Komentar