skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Ayu ViDya
Tidak pernah ada kata mustahil, bagi mereka yang percaya akan Keajaiban Tuhan. Tetaplah berpegang pada Pengharapan, kasih dan Iman. Tuhan memberkati anda dan saya Amin
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar

Archivo del blog

  • ▼ 2014 (17)
    • ▼ Januari (17)
      • Rencana-Nya Bagi Hidupku
      • Tolong Aku Tuhan!
      • Betapa Berharganya Anda
      • Dimurnikan dalam Dapur Api
      • Bergembira Karena TUhan
      • Cara Menghukum Anak
      • Terbuka dihadapan Tuhan
      • Bekerja sambil berbisnis?? why Not??
      • Holy Night
      • Lirik Lagu Kalimantan Selatan
      • Cara Menghukum Anak
      • Cara Membaca Cepat
      • Anda Ada Bukan Karna Kebetulan
      • Sekolah Minggu
      • BELAJARLAH KEPADA SEMUT
      • Pribadi Adalah Hadiah
      • Peristiwa Tadi Sore

Followers

Archive

  • ▼ 2014 (17)
    • ▼ Januari (17)
      • Rencana-Nya Bagi Hidupku
      • Tolong Aku Tuhan!
      • Betapa Berharganya Anda
      • Dimurnikan dalam Dapur Api
      • Bergembira Karena TUhan
      • Cara Menghukum Anak
      • Terbuka dihadapan Tuhan
      • Bekerja sambil berbisnis?? why Not??
      • Holy Night
      • Lirik Lagu Kalimantan Selatan
      • Cara Menghukum Anak
      • Cara Membaca Cepat
      • Anda Ada Bukan Karna Kebetulan
      • Sekolah Minggu
      • BELAJARLAH KEPADA SEMUT
      • Pribadi Adalah Hadiah
      • Peristiwa Tadi Sore

Categories

  • Bisnis (1)
  • Catatanku (1)
  • Education (3)
  • Kata Bijak (2)
  • Lirik Lagu (2)
  • Renungan (7)
  • Sekolah Minggu (1)

Search

Subscribe RSS

About

Copyright © 2008 Ayu Vidya. All Rights Reserved.
Design by Padd IT Solutions - Blogger Notes Template by Blogger Templates
Distributed by Deluxe Templates

Ayu Vidya

Tentangku dan apa yang aku pikirkan.. Kreasi, bisnis, semua yang pernah aku dengar, lihat dan rasakan

Search

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Bisnis (1)
  • Catatanku (1)
  • Education (3)
  • Kata Bijak (2)
  • Lirik Lagu (2)
  • Renungan (7)
  • Sekolah Minggu (1)

Archives

  • ▼ 2014 (17)
    • ▼ Januari (17)
      • Rencana-Nya Bagi Hidupku
      • Tolong Aku Tuhan!
      • Betapa Berharganya Anda
      • Dimurnikan dalam Dapur Api
      • Bergembira Karena TUhan
      • Cara Menghukum Anak
      • Terbuka dihadapan Tuhan
      • Bekerja sambil berbisnis?? why Not??
      • Holy Night
      • Lirik Lagu Kalimantan Selatan
      • Cara Menghukum Anak
      • Cara Membaca Cepat
      • Anda Ada Bukan Karna Kebetulan
      • Sekolah Minggu
      • BELAJARLAH KEPADA SEMUT
      • Pribadi Adalah Hadiah
      • Peristiwa Tadi Sore

About Me

Foto Saya
Ayu ViDya
Tidak pernah ada kata mustahil, bagi mereka yang percaya akan Keajaiban Tuhan. Tetaplah berpegang pada Pengharapan, kasih dan Iman. Tuhan memberkati anda dan saya Amin
Lihat profil lengkapku

Ayu Vidya

Tentangku dan apa yang aku pikirkan.. Kreasi, bisnis, semua yang pernah aku dengar, lihat dan rasakan

Selasa, 28 Januari 2014

Terbuka dihadapan Tuhan



Terbuka di Hadapan Tuhan
Oleh: Derek Prince

Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci [tulus] Engkau berlaku suci [tulus] tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. Mazmur 18:26-27
Di sini Daud mengungkapkan suatu prinsip penting yang selamanya berlaku dalam hubungan Tuhan dengan manusia. Sikap kita terhadap Tuhan menentukan sikap Tuhan terhadap kita. Daud menyebutkan empat ciri kepribadian: setia, tidak bercela, suci [tulus] dan bengkok. Dari keempat ciri tadi, ciri apapun yang kita perlihatkan dalam hubungan kita dengan Tuhan, akan diimbangi oleh Tuhan dengan ciri yang sama dalam berhubungan dengan kita.
Inginkah kita membuktikan kesetiaan Tuhan? Jika demikian, kita sendiri harus belajar berlaku setia kepada-Nya. Apabila kita setia terhadap-Nya, Ia akan berbuat lebih daripada sekedar setia kepada kita. Baik Alkitab maupun pengalaman saya sendiri mengatakan: Tuhan itu setia. Ia memberi pahala atas setiap tindakan yang didorong oleh iman (kesetiaan) yang tulus, meskipun tindakan itu tampak kecil atau tidak berarti.
Selain memiliki iman atau kesetiaan kita juga perlu memiliki dua sifat lain yang disebut oleh Daud: tidak bercela dan suci [tulus]. Kata-kata lain yang sering dipakai untuk menerjemahkan “tidak bercela” itu adalah “sempurna” atau “sepenuh hati”. Menjadi sepenuh hati dan suci [tulus] dalam berhubungan dengan Tuhan berarti bahwa tidak ada apa pun juga yang kita sembunyikan dari-Nya, tidak ada apa pun juga yang kita tahan dari-Nya dan dengan tegas kita menolak segala sesuatu yang tidak berkenan kepada-Nya atau tidak menyinggung perasaan-Nya. Ukuran kita dalam membuka diri terhadap Tuhan, akan menentukan ukuran yang dipakai Tuhan dalam memberikan kepenuhan-Nya kepada kita. Jika kita sendiri tidak menahan apa pun terhadap Tuhan, maka Tuhan juga tidak akan menahan apa pun dari pihak-Nya.
Selanjutnya kita juga membaca kata peringatan ini: “Terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” Saya pernah bertemu dengan orang-orang yang menipu diri sendiri dengan bersikap seakan-akan mereka dapat menyuruh Tuhan melakukan campur tangan dalam rencana-rencana mereka yang bengkok dan berbelat-belit. Mana mungkin hal itu terjadi! Hikmat Tuhan telah terbukti jauh melebihi kelicikan mereka.
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” ( Galatia 6:7)

Tanggapan Iman:
Aku akan membuka hati maupun kehidupanku kepada Tuhan setakar dengan apa yang ingin kudapatkan

Diposting oleh Ayu ViDya di 17.26
Label: Renungan

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Terbuka dihadapan Tuhan



Terbuka di Hadapan Tuhan
Oleh: Derek Prince

Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci [tulus] Engkau berlaku suci [tulus] tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. Mazmur 18:26-27
Di sini Daud mengungkapkan suatu prinsip penting yang selamanya berlaku dalam hubungan Tuhan dengan manusia. Sikap kita terhadap Tuhan menentukan sikap Tuhan terhadap kita. Daud menyebutkan empat ciri kepribadian: setia, tidak bercela, suci [tulus] dan bengkok. Dari keempat ciri tadi, ciri apapun yang kita perlihatkan dalam hubungan kita dengan Tuhan, akan diimbangi oleh Tuhan dengan ciri yang sama dalam berhubungan dengan kita.
Inginkah kita membuktikan kesetiaan Tuhan? Jika demikian, kita sendiri harus belajar berlaku setia kepada-Nya. Apabila kita setia terhadap-Nya, Ia akan berbuat lebih daripada sekedar setia kepada kita. Baik Alkitab maupun pengalaman saya sendiri mengatakan: Tuhan itu setia. Ia memberi pahala atas setiap tindakan yang didorong oleh iman (kesetiaan) yang tulus, meskipun tindakan itu tampak kecil atau tidak berarti.
Selain memiliki iman atau kesetiaan kita juga perlu memiliki dua sifat lain yang disebut oleh Daud: tidak bercela dan suci [tulus]. Kata-kata lain yang sering dipakai untuk menerjemahkan “tidak bercela” itu adalah “sempurna” atau “sepenuh hati”. Menjadi sepenuh hati dan suci [tulus] dalam berhubungan dengan Tuhan berarti bahwa tidak ada apa pun juga yang kita sembunyikan dari-Nya, tidak ada apa pun juga yang kita tahan dari-Nya dan dengan tegas kita menolak segala sesuatu yang tidak berkenan kepada-Nya atau tidak menyinggung perasaan-Nya. Ukuran kita dalam membuka diri terhadap Tuhan, akan menentukan ukuran yang dipakai Tuhan dalam memberikan kepenuhan-Nya kepada kita. Jika kita sendiri tidak menahan apa pun terhadap Tuhan, maka Tuhan juga tidak akan menahan apa pun dari pihak-Nya.
Selanjutnya kita juga membaca kata peringatan ini: “Terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” Saya pernah bertemu dengan orang-orang yang menipu diri sendiri dengan bersikap seakan-akan mereka dapat menyuruh Tuhan melakukan campur tangan dalam rencana-rencana mereka yang bengkok dan berbelat-belit. Mana mungkin hal itu terjadi! Hikmat Tuhan telah terbukti jauh melebihi kelicikan mereka.
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” ( Galatia 6:7)

Tanggapan Iman:
Aku akan membuka hati maupun kehidupanku kepada Tuhan setakar dengan apa yang ingin kudapatkan

Diposting oleh Ayu ViDya

Selasa, 28 Januari 2014

Label: Renungan
di 17.26

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates