Dimurnikan dalam
Dapur Api
Oleh: Derek Prince
Oleh: Derek Prince
Janji TUHAN adalah janji yang murni (Perkataan Tuhan adalah perkataan yang tidak ada cacatnya, versi bahasa Inggris) bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Mazmur 12:7
Perkataan (janji) yang dimaksudkan
oleh ayat di atas adalah kata-kata yang terdapat dalam Alkitab. Perkataan
tersebut benar-benar tidak ada cacatnya – tidak ada kesalahannya atau
kekeliruannya – suatu kebenaran yang mutlak dan dapat dipercaya sepenuhnya.
Anda mungkin meragukan pernyataan tersebut, karena Anda pun mengetahui bahwa
kata-kata itu disampaikan manusia sebagai perantaranya, padahal manusia adalah
makhluk yang lemah, cenderung berbuat salah dan banyak melakukan kekeliruan.
(Dan berbagai kecerobohan yang dilakukan oleh manusia-manusia yang menjadi
perantara itu memang sering didapati dalam Alkitab). Jika demikian, bagaimana
mungkin isi Alkitab itu merupakan kebenaran yang memiliki otoritas mutlak yang
tak ada kesalahannya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut
Daud memberikan ilustrasi yang menarik sekali yaitu tentang orang yang
memurnikan perak dalam sebuah tanur yang terbuat dari tanah liat. (Tanur
seperti itu hingga sekarang masih banyak dipakai di kawasan Timur Tengah).
Dalam gambaran Daud itu terdapat tiga unsur utama: tanur dari tanah liat; perak
yang harus dimurnikan; dan api yang memurnikan.
Tanur dari tanah liat itu
menggambarkan makhluk manusia yang dipakai Tuhan sebagai alat untuk
menyampaikan perkataan [Sabda]-Nya. Perak dalam gambaran Daud itu menggambarkan perkataan [Sabda] Tuhan yang
disampaikan. Sedangkan api yang memurnikan itu menggambarkan pekerjaan Roh
Kudus. Perak itu menjalani proses pemurnian hingga “tujuh kali”. Dalam
Alkitab angka tujuh secara khusus digabungkan dengan Roh Kudus sebagai “tujuh
obor menyala-nyala” (Wahyu 4:5). Selain itu, angka tujuh juga menggambarkan
kesempurnaan.
Pada waktu kata-kata Tuhan disampaikan kepada kita melalui tanur yang
terbuat dari tanah liat atau insan manusia itu, kata-kata tersebut dimurnikan
secara sempurna oleh api Roh Kudus. Semua “kotoran” berupa kesalahan atau kecerobohan manusia telah
dikeluarkan sama sekali. Dengan demikian kata-kata tersebut menjadi sempurna,
tak ada kesalahannya.
“Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh
dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (II Petrus 1:21).
Tanggapan Iman:
“Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih daripada ribuan keping emas dan perak” (Mazmur119:72).
“Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih daripada ribuan keping emas dan perak” (Mazmur119:72).
0 komentar:
Posting Komentar