Betapa Berharganya Anda?
Oleh: Derek Prince
Lebih dari lima puluh tahun, saya mencoba untuk menolong orang-orang dengan berbagai masalah di dalam hidup mereka. Dan saya tiba pada suatu kesimpulan bahwa : masalah kita yang paling mendasar sebagai manusia adalah kita tidak pernah menyadari betapa berharganya kita ini.
Oleh: Derek Prince
Lebih dari lima puluh tahun, saya mencoba untuk menolong orang-orang dengan berbagai masalah di dalam hidup mereka. Dan saya tiba pada suatu kesimpulan bahwa : masalah kita yang paling mendasar sebagai manusia adalah kita tidak pernah menyadari betapa berharganya kita ini.
Sebagai akibatnya, kita melakukan banyak kesalahan
yang fatal. Kita seperti halnya seorang yang sangat beruntung, namun menjual
seluruh harta warisan kita untuk membeli hal-hal yang tidak berguna seperti
kepuasan seksual semalam, sebatang mariyuana, pesta alkohol yang memabukkan,
ataupun berfoya-foya dengan uang yang kita miliki.
Atau kita mungkin menghargai diri kita sedikit lebih
tinggi, yaitu dengan mengejar posisi yang bergengsi di bidang politik, atau di
panggung hiburan dunia, bahkan mungkin mengejar posisi terhormat di
kantor-kantor gereja. Betapapun bergengsinya semua itu namun tidak dapat dibandingkan
dengan nilai dari harta warisan yang telah kita peroleh.
Jika kita
ingin mengetahui seberapa berharganya diri kita sebagai manusia, kita harus
mengingat bagaimana Adam, nenek moyang kita diciptakan dengan cara yang begitu
unik dan sangat menakjubkan.
Mukjizat dari penciptaan Adam
Di dalam Injil
Yohanes 1:1-3, kita menemukan bahwa pribadi yang sesungguhnya, menciptakan apa
yang telah ada bukanlah Allah Bapa, tetapi Firman Tuhan, yang selalu
bersama-sama dengan Allah di dalam kekekalan – Pribadi yang kemudian
dinyatakan di dalam sejarah umat manusia sebagai Yesus dari Nazareth : “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Firman
Tuhan), dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah
dijadikan “Penciptaan, secara
keseluruhan, terjadi dengan memperkatakan firman Tuhan : “Karena iman kita mengerti bahwa alam
semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah
terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat” (Ibrani 11:3).Sebab Dia
berfirman dan semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada”(Mazmur 33:9). Namun penciptaan Adam,
yang digambarkan di dalam Kejadian 2:7, sangatlah berbeda: “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk
manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya;
demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Perhatikanlah hal tersebut!
Allah berlutut, mengambil tanah dengan tangan-Nya, mengaduknya dengan air dan
membentuknya menjadi tubuh manusia. Itulah yang terjadi, bagian paling sempurna
dari Alkitab yang pernah diciptakan, lebih agung dari karya agungnya
Michaelangelo. Tetapi manusia belum memiliki hidup pada saat itu. Kemudian
sesuatu yang luar biasa terjadi. Sang Pencipta mencondongkan tubuh-Nya dan
menaruh bibir-Nya di atas bibir patung tanah liat hasil ciptaan-Nya tersebut,
dan menghembuskan nafas-Nya melalui lubang hidung-Nya ke dalam lubang hidung
ciptaan-Nya tersebut. Ketika nafas-Nya berhembus ke dalam tubuh patung
tersebut, nafas itu merubahnya menjadi makhluk hidup dengan seluruh organ
tubuhnya yang berfungsi sempurna, dengan roh yang luar biasa, dan dengan
kemampuan intelektual serta emosinya sebagai manusia yang telah mampu merespon.
Tidak ada makhluk lain yang pernah diciptakan dengan cara yang seperti itu.
Kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan
mukjizat tersebut sangatlah gamblang.
Bahasa Ibrani merupakan salah satu satu bahasa dari beberapa bahasa yang mampu
menggambarkan kejadian tersebut secara jelas. Bunyi dari kata Ibrani yang
diterjemahkan sebagai nafas adalah yipakh. Kata tersebut mengandung arti
“letupan” yang disertai dengan kekuatan yang besar, terus menerus
melepaskan udara dari tenggorokan. Pada
saat Tuhan membungkuk dan menghembuskan nafas-Nya melalui mulut
dan hidung patung tanah liat tersebut, bukan dengan lemah lembut namun dengan
sekuat tenaga sehingga patung tanah liat
tersebut menerima impartasi kehidupan Allah yang luar biasa!
Pada saat itu juga, manusia menjadi tiga kesatuan yang hidup, komposisi dari Roh,
Jiwa dan Tubuh. Roh didapat dari hembusan nafas-Nya Allah; Tubuhnya adalah tanah liat
yang telah berubah menjadi daging yang memiliki denyut kehidupan; jiwanya,
terdiri dari kesatuan tubuh dan rohnya, menjadi sesuatu yang sangat unik,
berbeda dari yang lainnya dan mampu untuk membuat keputusan-saya mau
atau saya tidak mau.
Bersamaan dengan saat, dimana Tuhan memberikan pasangan
hidup, Adam ditentukan untuk berkuasa atas dunia sebagai wakilnya Allah. Ketiga kesatuan yang ada dalam dirinya secara
alami sangat mirip dengan ketiga sifat Allah. Secara lahiriah dia adalah
gambaran Sang Penciptanya. Sesungguhnya baik bentuk lahiriah maupun
batiniahnya, dia adalah gambaran Allah yang sempurna dan unik yang pernah ada
di muka bumi ini.
Selanjutnya,
Adam dan Hawa menikmati persekutuan pribadi dengan Allah. Setiap hari, setiap
saat Tuhan bersama-sama dengan mereka. Siapa yang tahu apa yang dibicarakan
Allah dengan mereka ? Kita tahu, Allah memberi Adam hak khusus untuk menamai
semua makhluk hidup yang ada.
Tragedi terbesar di dalam sejarah umat manusia terjadi.
Tipu muslihat Iblis, membuat Adam dan Hawa menjual warisan yang diberikan oleh
Allah demi buah tersebut. Ketidaktaatan ini telah mempengaruhi setiap bagian
dari kehidupan Adam. Rohnya terpisah dari Allah dan mati. Dalam jiwanya selalu
memberontak kepada Sang Pencipta. Tubuhnya menjadi rentan terhadap sakit
6penyakit, dimakan usia dan mati.
Tuhan sudah memperingatkan Adam tentang pohon pengetahuan
tersebut, ”Pada saat kamu memakan buah tersebut, kamu pasti mati” Pada
saat itu jugalah roh Adam mati; tubuhnya tidak akan berumur lebih dari
900 tahun.(Kejadian 2:17) Mukjizat dari penebusan Yesus
Konsekuensi dari ketidak-taatan Adam sangatlah buruk,
namun hal tersebut justru memberi penjelasan tentang sifat Allah yang
sesungguhnya : Kasih Allah yang begitu sangat dalam. Allah tidak pernah
menyerah kepada Adam dan keturunannya. Dia selalu rindu untuk membawa kita
kembali kepada-Nya.
Hal tersebut dengan indah dikatakan di dalan Yakobus 4:5
(NAS): “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita diinginkan-Nya
dengan cemburu”- roh yang dihembuskan ke dalam diri Adam pada waktu dia
diciptakan. Yang luar biasa adalah bahwa Allah terus menerus merindukan
persekutuan pribadi yang pernah ada di antara Dia dan Adam, namun karena
pemberontakan Adam persekutuan tersebut terpecah, pemberontakan yang terus
menerus ada di dalam semua keturunan Adam.
Sehingga berapapun harganya, Allah membuat jalan agar
kita dapat dipulihkan. Dia mengirim Yesus “untuk mencari dan menyelamatkan
yang terhilang”(Lukas19:10). Melalui pengorbanannya di kayu salib, Yesus
membuat kita layak untuk diampuni dan dibersihkan dari dosa dan menjadi
keluarga Allah sendiri.
Di dalam Matius
13:45-46, Yesus membuat perumpamaan yang bagi saya secara pribadi sangat indah
dalam melukiskan tentang penyelamatan kita: “Demikian pula hal Kerajaan Sorga
itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah
ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh
miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Bagi saya hal tersebut menggambarkan penyelamatan jiwa
manusia. Yesus adalah pedagang yang dimaksud, bukan wisatawan yang datang hanya
untuk melihat-lihat, tetapi seorang penjual mutiara yang berpengalaman yang
benar-benar tahu seberapa tinggi nilai setiap mutiara. Mutiara yang Dia beli
adalah jiwa manusia, milik anda dan saya. Dia membelinya dengan seluruh harta
yang Dia miliki.
Melihat
kepada budaya yang kita miliki, saya melihat suatu gambaran pada saat seorang
pedagang memberikan kabar kepada
istrinya.
“Sayang, aku telah
menjual mobil kita”
“Kau menjual mobil
kita? Nggak masalah, paling tidak kita masih punya tempat untuk berteduh.”
“Tidak, aku juga
sudah menjual rumah kita!”
“Apa yang telah
membuatmu melakukan semua itu?”
“Aku menemukan
sebuah mutiara terindah yang pernah aku lihat. Seumur hidupku aku mencari
mutiara yang seperti itu. Aku akan bayar berapapun harganya, tunggu sampai kau
melihatnya!”
Lalu apakah artinya bagi kita, bagi anda dan saya? Setiap
kita mungkin telah menganggap bahwa diri kita hanyalah sebuah mutiara yang
tidak berharga.
Ingatlah,
Yesus telah membayar berapapun harga yang harus dibayar-Nya untuk mendapatkan
kita kembali kepada-Nya. Walaupun Dia adalah Allah semesta alam, Dia telah
menanggalkan semuanya itu dan menderita sampai mati di kayu salib. Dia tidak punya apa-apa lagi. Jubah dan
pusara tempat dia dikuburkan, keduanya merupakan hasil pinjaman. “…yang oleh
karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh
karena kemiskinan-Nya.”(2 Korintus 8:9)
Mungkin anda tidak pernah berpikir pentingnya melihat
siapa diri kita sebenarnya. Anda kehilangan gambar diri anda. Mungkin karena
anda melihat ke belakang ke kehidupan yang pahit dan mengecewakan: kehilangan
masa kanak-kanak ataupun masa kanak-kanak yang tidak bahagia, perkawinan yang
berakhir dengan perceraian, atau karir yang tidak tercapai, ataupun tahun-tahun
yang dilewatkan dengan menelan
obat-obatan dan alcohol. Masa lalu dan masa depan anda membawa satu pesan yang
sama: KEGAGALAN!
Tapi tidak untuk Yesus! Dia sangat mengasihi saudara sehingga Dia mau
manyerahkan apa saja agar anda bisa kembali pada-Nya. Mengulangi perkataan
Rasul Paulus, jadikan hal itu rhema bagi diri anda : “….Anak Allah telah
mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Katakan lagi,”…. Anak Allah
telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Katakan lagi,”……Anak
Allah telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20)
Sekarang lihatlah diri anda sebagai sebuah mutiara yang
ada dalam genggaman Yesus. Dengarkan apa yang dikatakan-Nya pada anda, ”Kamu
sangat begitu indah! Tidak sia-sia Aku menjual segalanya agar bisa memilikimu.
Sekarang kamu telah menjadi milik-Ku selamanya!”
Anda tidak dapat melakukan apapun untuk membayar semua
ini. Anda tidak dapat mengubah diri anda ataupun membuat diri anda menjadi
baik. Yang anda dapat lakukan hanyalah menerima apa yang sudah Yesus lakukan
dan bersyukur selalu kepada-Nya!
Anda milik-Nya untuk selamanya!
0 komentar:
Posting Komentar